# MENDUKUNG GERAKAN SATU JUTA ATAP ENERGI BARU TERBARUKAN #

email

email : office@indopv.com

phone1

 0813 1306 6717

0812 1169 4010

 0815 8622 5692

0812 9417 7540

sunlight

Home

On Grid

Off Grid

Hybrid

Paket PLTS

Solar Panel

Inverter

Charger & Battery

 

 

 

Email

PLN Listriki Pulau Wisata dan Terpencil Dengan Listrik Tenaga Matahari

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2015 10:20 WIB

pltsbunaken2

PLTS Bunaken

Jakarta - PT PLN (Persero) memiliki program melistriki 1.000 pulau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Salah satunya pulau-pulau wisata seperti di Bunaken.

"Melihat kondisi negara kita yang terdiri dari ribuan pulau, maka penggunaan listrik tenaga surya seperti di pulau Bunaken ini adalah salah satu solusi tepat untuk dapat melistriki masyarakat kita yang tinggal di pulau-pulau, dengan sumber energi terbatas," kata Komisaris Independen PLN, Oegroseno, dalam keterangannya, Jumat (20/11/2015).

PLTS Bunaken yang diresmikan pengoperasiannya sejak 6 Februari tahun 2011 memiliki kapasitas terpasang 335 kiloWattpeak (kWp). Saat ini PLTS Bunaken dioperasikan secara hybrid system, bersama dengan mesin diesel yang ada di Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bunaken untuk melayani 813 pelanggan.

"PLTS Bunaken juga merupakan salah satu dari 5 lokasi pulau wisata di Indonesia yang menjadi pilot project penggunaan energi matahari untuk pembangkit listrik," ujar Oegroseno.

Selain di pulau Bunaken, PLN Wilayah Suluttenggo juga memiliki 4 lokasi PLTS lainnya di Sulawesi Utara, yaitu PLTS Miangas (30 kWp), PLTS Marampit (50 kWp), PLTS Marore (120 kWp) dan PLTS Makalehi (260 kWp). Target bauran energi (fuel mix) PLN Suluttenggo tahun 2015 adalah 39,41% dan hingga bulan Oktober 2015 adalah 38,32%.

PLN dalam perencanaannya yang terdokumentasi dalam dokumen Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2015-2024, memiliki Program PLTS 1000 pulau/lokasi, di mana adalah merupakan program pengembangan energi surya dengan teknologi fotovoltaik.

Pengembangan PLTS tersebut dimaksudkan untuk melistriki (meningkatkan rasio elektrifikasi) daerah terpencil secepatnya, mencegah penambahan penggunaan BBM secara proporsional akibat penambahan beban kalau seandainya dilayani dengan diesel, dan menurunkan BPP pada daerah tertentu yang ongkos angkut BBM sangat mahal, seperti daerah kepulauan di kawasan Timur Indonesia.

BERITA

 Kementrian ESDM .....

 Regulasi PLTS ....